Pages

Rabu, 24 Agustus 2011

KARENA SAYA MALAS (?)

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

Senin, 22 Agustus 2011

Semester baru

Semester 5

(Perasaan baru kemarin saya diospek)

Hari ini tepatnya saya udah mulai kuliah. Belum begitu aktif memang. Belum ada tutorial, skills lab, field lab maupun praktikum.

Masuk semester baru tuh rasanya..um..rasanya kayak..kayak sesuatu banget (apadeh?). Yang jelas setiap masuk semester baru, bawaannya pasti exciting, berharap semester ini lebih cerah, lebih baik, dan lebih lancar dari semester sebelumnya.

Jujur saja, selama saya kuliah ini ada perbedaan motivasi belajar. Kalau membandingkan diri saya waktu SMA dulu sama waktu saya kuliah, rasanya bedaaaa banget.

Dulu waktu SMA, bawaannya semangat, g mau kalah, gas pol rem pol deh! Saya bisa mikiiir banget kalau misalkan saya kena remed atau nilai saya jelek. Nggak masuk sehari aja rasanya bersalah. Intinya saya sangat mel-on-cho-lly...

Lalu apa yang terjadi pada diri saya sekarang?

Teman-teman SMA yang kenal saya sekarang pasti sedikit banyak menyadari perbedaan ini. Sekarang saya lebih santai, let it flow dan, yaah… asoy geboy lah. Saya udah mulai ‘agak’ biasa dan ‘narimo’ kalau ternyata saya kena ‘undangan angkatan’ alias remed jamaah di kampus. Pola pikir saya berubah. saya jadi bingung. Kok bisa saya jadi kayak gini?

Awal waktu masuk kulaih dulu, saya sangat suka dengan lagu ospek buatan panitia ospek, yaitu pas di line ini,

“…jadi dokter tak Cuma IPK, gali potensi yang ada…”

Saya terinspirasi line itu. Saya berniat buat ikut-ikut aktif organisasi dan memperluas network ke kakak tingkat.karena saya pikir, waktu jadi dokter nanti kan ujung-ujungnya cari kerja, atau ngelanjutin studi S2. Kalo g punya kenalan atau link, pasti bakalan agak sulit kan? Lagipula waktu buka praktik juga nggak bakal ditanyain gini ama pasiennya,

“Dok, IPK preklinik ama waktu co-asss dulu berapa dok?” (kecuali kalo pasiennya kurang ajar).hehe. dokter juga waktu pasang papan praktik juga nggak bakal nulis,

PRAKTIK DOKTER xXXXx

BUKA TIAP HARI PUKUL 06.00-07.00, 18.00-21.00

SIP. Xx/xx/xxxxx

IPK waktu kuliah 3,xx

Gile aje kalo ada yang kayak gitu.

Jadilah saya ikutan macem-macem organisasi buat ‘gali potensi yang ada..’ tadi.

Lama-lamaa.. lama-lamaa…

Hening.

zzZZzzz…..

WOEY, BANGUN WOY!!!

(ups, ketiduran)

Oke, lama-lama saya ngerasa kalau saya sedikit tertinggal dibidang akademik. Saya menyadari saya mulai beralih dari study oriented ke activity oriented. Inilah jeleknya saya. Saya jadi nyantai.. gitu. Mau belajar ditunda-tunda, ngerjain laporan mepet-mepet, belajar pretes beberapa jam sebelum pretes (atau beberapa menit sebelumnya), de el el.

Nggak apa-apa sih sebenernya kalau saya tipe anak super fintar yang sekali baca langsung plung plung masuk ilmunya. Secara, basic saya sebenarnya bukan hafalan. Ini yang bikin rumit. Waktu SMA saya lebih suka Matematika dan Kimia. Seingat saya, waktu Biologi nilai saya standar-standar aja. Kadang saya udah babar blas sama materi biologi dasar.

Contohnya, waktu blok reproduksi, dosen saya nerangin tentang siklus menstruasi,

“Ini pasti sudah dapet kan di SMA dulu..” kata dosen saya. Terus saya denger sayup-sayup temen saya bisik-bisik, “udah sejak SMP sih dok..”. Hell, kok saya nggak belum pernah ngerasa dapet materi itu yah? (atau saya yang amnesia)

Kejadian lagi waktu kuliah THT (baru saja), saat dosennya menjelaskan tentang tulang-tulang di telinga. Ada maleus, Inchus, dan Stapes. “Tulang-tulang ini pasti kalian sudah afal waktu SMA dulu..” kata dosen saya kalem. Dan saya Cuma bisa nginget-nginget. Hal yang saya ingat berhubungan dengan telinga adalah koklea, gendang telinga (bahkan saya tidak menyebutnya dengan membrane timpani), serta tulang sanggurdi (tapi saya juga nggak tau tu tulang letaknya dimana). *sigh.

Maka saya menyadari satu hal, GUE WAKTU SMA KEMANA AJA PAS JAM BIOLOGI?!?!

Walhasil, sekarang saya seringnya berhadapan dengan materi yang—nggak ada angka-angkanya—membuat saya makin jiper. Hafalan membutuhkan waktu lebih banyak buat masuk ke otak saya. Tapi yang bikin ancur, setelah saya 2 tahun kuliah disini kemampuan menghitung saya juga jadi dol. Rasanya kok saya me-lemot gitu yaah?? *sigh.

Daripada saya malah nggak dapet dua-duanya (biologi ngodong dan itungan dol), saya mulai menata kembali mind-set saya.

Saya sudah memutuskan masuk kesini. Kuliah disini. Jadi harusnya saya bisa menerima dan menjalankan segala konsekuensinya. Saya setuju banget ada yang bilang, setengah-setengah bakal g ada hasilnya. Udah nyemplung, basah-basahan aja sekalian.

Maka saya mulai berteori. Teori yang terispirasi dari kakak kelas saya pas saya ngobrol-ngobrol beberapa waktu lalu.

Yup, saya berniat semester ini saya akan MALAS!

Saya malas kalo saya harus belajar blok lagi gara-gara remed, makanya mulai sekarang harus belajar! Belajar BELAJAR!! Gongbuhaeyo gaja!!(YOSH!!!)

Saya malas kalau wisuda saya ditunda-tunda, makanya skipsi kudu kelar tepat waktu!

Saya malas dipermalukan kalau-kalau tiap temen saya ada nanya soal, saya jawabnya sambil—nyengir kuda-angkat bahu-bilang nggak tahu-terus bilang ‘tanya si anu aja’— Maka saya akan berusaha buat menambah pengetahuan, sekecil apapun karena saya sadar saya belum tahu apa-apa. Saya pingin bisa jawab pertanyaan temen-temen saya. Bedewe, saya mulai memahami frasa, ‘semakin kamu banyak baca, semakin kamu nggak tahu apa-apa’. Ternyata itu bener juga sodara-sodara!

Saya malas jika harus melihat orang tua saya kecewa. Meskipun mereka nggak pernah bilang atau menampakkan ekspresi negativ, saya berniat suatu hari bisa menempatkan orang tua saya di tempat yang lebih baik. Memberikan apa yang seharusnya bisa dipersembahkan seorang anak pada orangtuanya.Saya malas kalau saya disbanding-bandingin sama alumni dari universitas lain. Maka sedapat mungkin saya akan buat UNS bangga juga punya mahasiswa kayak saya.

Dan yang terakhir,

Saya malas kalau hidup di Indonesia terus. Sekali-kali saya pingin mencoba ke negeri orang (perhatian: bukan buat jadi TKW).maka saya akan berusaha…. Biar saya bisa sekali-sekali menapakkan tanah dan menghirup udara diluar bumi pertiwi ini.

Semoga kemalasan saya ini akan terbayar pada akhirnya. Amin

Dan semoga Allah memudahkan jalan saya juga

FIGHTING!!!

Watashi ganbareyo!!


Bismillah..semoga semester ini menjadi awal semester yang lebih baik untuk meningkatkan IPK dan potensi yang ada

*smiley*

SCARLET NIGHT SERIES: a Fan Fiction Novel


Kali ini saya nge-review novel

Pasti belum pernah denger soal Scarlet night. Soalnya ini memang bukan novel yang dikeluarin sama penerbit resmi. Scarlet Night hanyalah sebuah Fan Fiction story, atau cerita yang dibuat oleh seorang fans terhadap idolanya. Istilah Fan Fiction mulai nge-hit sejak munculnya penggemar-penggemar K-Pop. Yup, Scarlet Night adalah FF(singkatannya Fan Fiction) yang dibuat oleh salah seorang fans Super Junior di Amerika. Novel ini sendiri saya peroleh dari blog penulisnya: autumn-nights.net (bisa dilihat di kolom worth to visit dibawah). Ini bukan FF yang pertama saya baca. Sudah sering saya baca FF buatan ELF Indonesia, dan rata-rata ceritanya (maaf) garing dan lempeng aja. mungkin saya belum nemu cerita yang bagus.*takut ditampar ama ELF Indonesia

Nah, kenapa saya rekomendasikan? Karena novel ini punya cerita yang unik dan nggak biasa. Kalau boleh saya gabung-gabung, ceritanya ada unsur twilight, let me in, brokeback mountain, dan a moment to remember. Ceritanya juga kompleks dan bener-bener kayak novel. Jelas prolog dan epilognya. Saya salut sama cheonsaa, penulis Novel ini. Blognya memang khusus berisi FF buatan dia, tapi yang satu ini yang menurut saya bagus buat dibaca. (karena yang saya baca baru novel yang ini doang sih.hehe)

Resume ceritanya kira-kira begini:

Seorang siswa SMA bernama Kyuhyun kembali ke sekolahnya, SJA (Shim Jang Academy) setelah 6 bulan menghilang karena ‘masalah kesehatan’. Ia harus mengulang senior year-nya karena ia telah ketinggalan banyak pelajaran. SJA sendiri adalah sekolah bagi the rich and famous. Hanya orang super kaya atau orang super pintar saja yang dapat bersekolah disitu.

Kyuhyun memiliki sahabat karib (yang seolah-olah seperti pacarnya) bernama Taeyeon. Dia adalah sahabat masa kecil Kyuhyun, dan juag sepupunya. Dia satahun lebih muda. Karena Kyuhyun mengulang , maka taeyeoun menjadi teman sekelasnya.

Di sekolah tersebut ada beberapa guru, hangGeng sebagai guru matematika, SungMin—guru baru biologi, dan ZhouMi—guru baru matemetika. Selain itu, ada juga Heechul sebagai school nurse yang nyentrik namun sangat diandalkan dalam menangani ‘masalah kesehatan’ Kyuhyun yang semakin memburuk. Dalam cerita ini ada juga Leeteuk sebagai kepala sekolah Park Joon Soo

Disini ceritanya Kyuhyun udah dibuang ama orangtuanya gara-gara ‘masalah kesehatan’nya. Namun, ia masih bisa ksekolah di SJA karena ia tergolong siswa yang jenius sehinggga mendapatkan keringanan bebas biaya sekolah.

Nah, terus apa konfliknya?

Konflik terjadi ketika diketahui bahwa ‘masalah kesehatan’ yang dialami Kyuhyun adalah karena ia adalah Korban pureblood vampire. Jadi Kyuhyun adalah seorang half-blood vampire. Namun ia menolak meminum darah manusia. Berbulan-bulan ia menolak tawaran Taeyeon yang bersedia menyerahkan darahnya. Namun Kyuhyun memilih meminum darah binatang atau makan roti tawar. Namun lama-kelamaan kondisi Kyuhyun memburuk karena ia makin lama tidak mau makan maupun minum. Ia begitu lemah terutama saat terpapar matahari. Disisi lain, guru bahasa yang baru—ZhouMi, mulai menaruh curiga pada muridnya yang satu ini. Entah mengapa ada ketertarikan dalam dirinya terhadap Kyuhyun. Begitu pula Kyuhyun, ia merasa bloodlust-nya selalu muncul jika berada di dekat ZhouMi.

Suatu hari, bloodlust Kyuhyun sangat memuncak. Ia meminta bantuan SungMin—guru biologi yang juga ternyata teman akrabnya dimasa kecil, untuk bersembunyi di kamarnya tiap kali bloodlust-nya kambuh. SungMin yang sangat menyayangi Kyu sebagai sahabat bersedia membantu.

Dalam suatu kesempatan, saat kondisi Kyu memburuk, ZhouMi mendekati Kyuhyun dan memaksanya untuk meminum darah ZhouMi. Kyuhyun menolak dengan keras. Namun, dorongan kuat ZhouMi membuat Kyu akhirnya menyerah dan meminum darah manusia untuk pertama kalinya. Nyawanya terselamatkan berkat ZhouMi.

Hubungan antara Kyuhyun dan ZhouMi awalnya tidak berjalan dengan mudah. Setelah kejadian pertama, Kyuhyun selalu menghindari ZhouMi. ZhouMi merasa kecewa dan gelisah akan sikap muridnya yang hanya terpaut dua tahun olehnya ini. Ia pun tidak mengerti akan dirinya sendiri yang bersedia melakukan apa saya demi Kyu.

Suatu ketika Kyu menghilang dari SJA secara tiba-tiba. Seluruh sekolah mencarinya, namun tidak ada yang menemukan. Hingga akhirnya ZhouMi menemukannya diatas atap SJA—yang merupakan tempat terlarang bagi murid. Ia ditemukan dalam keadaan terkapar dan lemah. ZhouMi dengan sigap membawanya ke ruang perawat tempat heeechul bekerja.

Kyu kehilangan banyak darah dan tenaga. Ia juga mengalami patah tulang rusuk. Kejadian diatas atap adalah sebuah penyerangan oleh pihak tak dikenal. Kyu mengaku diserang dan dipukul habis-habisan ditasa atap. Kyu memang dikenal pendiam di SJA. Ia bahkan banyak membuat siswa lain iri sehingga ia sering di-bully oleh siswa nakal yang kaya disekolah itu.

Untuk mengobatinya, Kyu harus meminum banyak darah, sebab darah dapat membantu meregenerasi dan mempercepat penyembuhan tubuhnya. Namun Kyu menolak keras. Sebenarnya pertolongan dapat dilakukan melalui transfusi darah. Namun sayangnya golongnan darah Kyuhyun adalah A negative, yang merupakan golongan darah paling langka. Akhirnya ZhouMi meminta bantuan pada seseorang, yaitu Kyuri.

Kyuri adalah seorang head hunter dari Jepang. Ia sebenarnya berasal dari korea, hanya saja ia telah lama ditinggalkan orangtuanya di Jepang. Sedangkan ZhouMi, sebenarnya adalah seorang head hunter dari China, yang pergi ke SJA sebagai utusan dari the council dalam maksud menyamar untuk melindungi sekolah itu dari serangan vampir berikutnya. Sebelumnya, ZhouMi adalah head hunter yang dingin dan tak pandang bulu. Ia akan memburu vampir, baik yang pureblood maupun half-blood. Ia tidak peduli. Namun Kyuhyun telah mengubah pandangannya. Vampir half-blood yang satu ini berbeda dari yang lain…

Namun, tidak ada yang tahu bahwa ia adalah hunter. Kepala sekolah Park tak akan mengijinkan ada hunter di sekolahnya. Ia mengalami trauma terhadap hunter karena seorang haunter, sebelumnya telah membunuh boyfriend-nya Kangin, seorang guru di SJA yang telah menjadi half-blood vampire. Ia ingin melindungi Kyuhyun, sehingga ia hanya berusaha untuk mendatangkan orang dari council untuk menjaga keadaan sekolah. Setahu Leeteuk, Zhoumi hanyalah orang dari council biasa

Saat Kyuhyun bertemu Kyuri, mereka saling terkejut. Ternyata Kyuri adalah saudara kembar Kyuhyun yang lama tidak bertemu. Kyuhyun adalah seorang pengusaha kaya. Ia dan Kyuri adalah saudara kembar. Namun, orang tuanya tidak mau mengakui anak wanita demi nama baik dan penerus perusahaan. Oleh sebab itu orang tua Kyuhyun mengirim Kyuri kepada keluarga asuh di Jepang. Namun, pada kenyataannya, keluarga asuh Kyuri menelantarkannya dan ia ditemukan oleh the Council, lembaga yang menaungi Kyuri sebagai head hunter sekarang.

Kyuri awalnya sangat membenci Kyuhyun karena Kyu lah yang membuatnya dibuang oleh keluarganya. Awalnya ia tak mau membantu Kyuhyun. Namun, berkat ZhouMi yang meyakinkannya, Kyuri akhirnya mau membantu Kyu. Meskipun ia—yang memiliki golongan darah yang sama dengan Kyu—tetap menolak untuk melakukan transfusi untuk saudaranya yang sekarat itu.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Kyuhyun dan Kyuri membaik. Kyuhyun ternyata tidak seperti yang dipikirkan Kyuri. Kyu sudah lama rindu akan saudara kandungnya ini. Ia pun sekarang juga menjadi korban orang tuanya karena ia juga ditelantarkan setelah orangtuanya tahu ia telah berubah menjadi half-blood vampire. Kyuri yang dingin dan keras kepala semakin dekat dengan Kyu juga atas bantuan Ki Bum, partner setia Kyuri yang juga kekasih Kyuri. Ki Bum yang tenang dan sabar menjadi penengah dalam hubungan mereka. Hingga akhirnya Kyuri mau mendonorkan darahnya untuk saudaranya.

Lama-kelamaan Kyuhyun pulih. Hubungan ia dan Zhoumi pun semakin dekat. ZhouMi akhirnya mengaku jika ia adalah hunter, bahkan seorang head hunter. Namun ZhouMi berjanji ia tak akan membunuh Kyuhyun karena ia sangat mencintainya. (oke, it’s sounds weird).begitu pula dengan Kyuhyun, ia pun sangat mempercayai ZhouMi. Ia sangat bergantung pada ZhouMi. Hanya dari ZhouMi lah ia mau meminum darah, dan hanya ZhouMi pula yang ada di hatinya. Oh ya, FYI, jika half-blood vanmpire meminum darah manusia, ia tak akan mengubah manusia itu jadi vampir juga. Hanya pureblood vampire yang dpapat mengubah seseorang jadi half-blood.

Seiring romance KyuMi (Kyuhyun ZhouMi) berlanjut. Ternyata Sungmin, telah lama menaruh perhatian pada Taeyeon. Mereka memang berteman sejak kecil. Namun SungMin tak pernah menyatakan perasaannya karena ia merasa Taeyeon sepertinya lebih menyukai Kyuhyun, meskipun Kyuhyun tak mungkin menjadi kekasihnya karena meraka adalah sepupu. Disisi lain sebenarnya Taeyeon juga menyukai SungMin sejak kecil. Namun, SungMin begitu tertutup dan sering menghindar. Hal ini membuatnya tidak yakin akan perasaannya. Hingga akhirnya mereka berdua saling mengakui perasaan masing-masing.

Konflik berlanjut ketika suatu malam Kyu bermimpi ia akan membunuh ZhouMi. Ia melihat darah dimana-mana dan tubuh ZhouMi berada didekatnya. Ia begitu ketakutan. Ia takut jika kebiasaannya yang telah meminum darah akan membangkitkan naluri vampirnya dan akhirnya ia bisa benar-benar menjadi liar dan tak terkendali. Yang paling ia takutkan jika ia nantinya harus membunuh orang yang dicintainya.

ZhouMi berulang kali meyakinkan bahwa tidak akan terjadi ap-apa, namun kekhawatiean Kyu membuatnya menjadi pemurung dan sering menghindari ZhouMi. Ia memilih menghindar daripada ia akan membahayakan ZhouMi. Suatu ketika misteri ini terpecahkan. Ternyata gambaran mimpi buruk Kyu hanyalah sekilas telepati yang ia dapat dari memori Zhoumi waktu kecil.

Half-blood vampire memiliki beberapa keunikan, Pertama, ia dapat membaca pikiran orang jika seseorang tersebut menyentuhnya, oleh sebab itu Kyu tidak ingin bersentuhan dengan siapapun. Ia tak ingin pikirannya terganggu oleh pikiran orang lain. Kedua, ia menjadi buta warna. Jika ia tidak meminum darah, ia akan buta warna total, bahkan jika pun sudah meminum darah, tidak semua warna dapat dilihatnya. Hanya darah dari orang yang ia cintai dan mencintainya saja yang dapat memberikan warna. Darah ZhouMi tlelah membuat Kyu mampu melihat kembali beberapa warna seperti Merah, kuning dan orange. Kyu sangat senang karena ia merasa begitu kesepian dengan dunia yang serba hitam-putih.

Ternyata pada saat masa kecil ZhouMi, saudara ZhouMi juga merupakan half-blood vampire. Namun karena ia masih kecil, ia tak mampu mengendalikan bloodlust-nya hingga ia membunuhn seluruh keluara ZhouMi. Namun Zhoumi berhasil melindungi diri dan pada akhirnya terpaksa membunuh adiknya. Wajah adik ZhouMi lah yang dikira Kyuhyun wajah ZhouMi karena mereka begitu mirip. Melihat hal ini, meraka berdua kembali lega.

Puncak konflik terjadi ketika pureblood vampire yang memangsa Kyuhyun setahun lalu tiba-tiba datang memburunya. ZhouMi dan beberapa hunter berusaha melindungi Kyu. Karena ia seorang head hunter, ia dapat memerintahkan anak buahnya untuk membunuh si pureblood dan menyelamatkan half-blood yang tak berdosa. Donghae dan Eunhyuk jadi hunter yang membantu melindungi Kyuhyun.

Perkelahian mereka sangat ketat. Vampir pureblood ini tidak mudah dikalahkan. Bahkan ia berhasil membunuh Donghae (tidaaaaakkk!!itu my donghae!!). Kyuhyun tak bisa tinggal diam melihat ini semua. Ia tak ingin orang lain menjadi korban demi melindungi dirinya. Maka ia pun berjuang melawan vampire tersebut bersama ZhouMi

_____________________________________________________________________________________

STOP BACA DISINI BUAT YANG G PINGIN TAHU AKHIRNYA.

Better yet, kalian baca aja dulu. Dan bersiaplah dengan akhir yang nggak biasa. Kalau kalian tipe orang yang kalo dikash tau endingnya jadinya g seru. Mending stop disini ya bacanya. Tapi kalau emang bener-bener….bener-bener penasaran ama akhirnya.. ini saya bocorin deh:

_____________________________________________________________________________________

Namun sayangnya, saat Kyu hendak menolong ZhouMi, ia ternyata dapat dikendalikan oleh si pureblood. Pureblood vampire dapat mengendalikan korbannya untuk menjadikannya tameng dan menyerang balik. Kyuhyun berusaha untuk mengontrol dirinya sendiri. Namun pengaruh yang begitu besar dari pureblood membuat ia jadi haus darah. Pada awalnya Zhoumi meminta Kyu untuk menurut saja dibawah kontrol pikiran si pureblood. Ia berharap dengan begitu vampir teersebut akan teralihkan dan ZhouMi dapat menyerang balik. Kyu pun bertingkah seolah ia berada di sisi Pureblood dengan meminum darah dari ZhouMi dan Ki Bum, ia menunggu waktu yang tepat saat vampir itu lengah, lalu kemudian menyerangnya.

Lalu tibalah saat dimana ZhouMi menahan vampir tersebut. KyuHyun berusaha mendekati vampir tersebut untuk menyerangnya. Namun sayangnya vampir tersebut mampu menyentuh Kyuhyun dan membaca pikiran Kyu sehingga ia akhirnya tahu bahwa Zhoumi adalah kekasih Kyu. Vampir tersebut berniat untuk membunuh keduanya.

ZhouMi makin bersikeras menahan vampir tersebut agar tak menyerang Kyuhyun. ZhouMi bahkan terkena gigitan si vampir. Saat vampir tersebut menghisap darahnya, ia lalu meminta Kyuhyun untuk menyerang vampir tersebut. Namun Kyuhyun tidak mau karena ia takut serangannnya akan mengenai ZhouMi. Namun ZhouMi terus memaksa selagi ia mampu menahan vampir terssbut. Akhirnya dengan berat hati Kyu menyerang keduanya dengan mengayunkan pisau hunter kearah ZhouMi hingga menembus tubuh vampir. Lalu, tentu saja...

ZhouMi terkena serangan tersebut!

Vampir tersebut sekarat dan terkulai lemas, sedangkan ZhouMi, ….ZhouMi harus pergi…!! (tears!). Ia meninggal di pelukan Kyu. Kyu sangat sedih akan kepergian ZhouMi. Pada saat terakhir sebelum kematian vampir-nya, ia berkata,

“Now you already lose the one you love. Now I will take the rest…”

Saya awalnya nggak ‘ngeh’ maksudnya ini apa, tapi habis itu saya sadar sesuatu ketika setelah beberapa saat Kyu duduk termenung didepan ZhouMi dan Ki Bum menepuk bahunya untuk menghibur Kyu, ia berkata,

“Who are you?”

OH NO! Kyu hilang Ingatan!! Ternyata vampire pureblood punya kemampuan khusus untuk mengambil memori dari korban yang pernah dimangsanya. Si pureblood, di detik terakhir selum dia amti, menggunakan kemampuan terakhirnya untuk emngambil semua memori Kyuhyun. Walhasil, Kyuhyun benar-benar lupa ingatan. Ia tidak lagi mengenal Taeyeon, SungMin, Heechul, Kyuri, bahkan ZhouMi… pada pada saat ia dirawat di kamar perawat, jenazah ZhouMi beraada di sebelahnya. Namun ia hanya mengamatinya tanpa mengetahu siapakan orang tersebut. (so saaaad… L)

Tambah nyesek lagi ketika kepala sekolah Park memutsukan untuk lebih baik mengembalikan Kyu ke orangtuanya. Ternyata orangtua Kyu mau menerima Kyu lagi. Karena Kyu hilang ingatan, mereka seperti dapat memulai segalanya dari awal. Maka ia menyetujui untuk membawa Kyu pulang. Taeyeon yang paling tidak terima. Selalma ini Kyu tinggal dirumahnya bersama keluarganya. Dan ia tidak ingin Kyu dimanfaaatkna oleh keluarganya.

Sebenarnya endingnya gitu doing. Tapi siapa yang g nyesek, jika kalian punya kekasih, saling mencintai, tiba-tiba salah satu meninggal dan yang lain bahkan nggak pernah ingat tentang dirinya. Kalo menurut saya itu lebih sakit daripada kita kehilangan seseorang dan masih punya kenangan tentang dia. Setidaknya kan kita masih punya kenangan indah sama orang tersebut.

Memories sometimes healing, even the hurtful one.

Tapi penulisnya baik hati ngasih epilog. Intinya, setahun kemudian Kyu memang masih belum inget apa-apa. Dunia kembali hitam putih karena ia tidak mendapat darah dari orang yang mencintainya. Namun, ia kembali menekuni hobinya, yaitu menggambar. Di scene yang terakhir, dia terlihat memandangi gambarnya, sketsa sebuah wajah yang tersenyum. Wajah yang kerap hadir dalam mimpinya namun tidak pernah nyata.Nyesek banget waktu dia bilang, “Will I ever meet you?”

Dan cerita ditutup dengan kata terakhir Kyuhyun pada gambar di pangkuannya,

“Let’s meet one day. Please.”

AAhhhhHh!!! Rasanya tuh..rasanya tuh…. Nyesek aja…Kyu bahkan masih berharap bertemu dengan seseorang itu yang notabene adalah ZhouMi—yang sebenarnya sudah ditemuinya—bahkan sekarang sudah meninggal!!!

_______________________________________________________________________________

Overall, ini novel keren dehh!!! Sampai-sampai Saya nggak sadar kalo saya bikin resensi sepanjang ini. Dan ini adalah novel bahasa inggris pertama yang saya baca sampai khatam, dalam waktu 3 hari! (karena nggak betah mentengin layar kompi lama-lama).

Ceritanya mengalir, dialognya asik, dan kalimatnya juga enak. Membuat saya betah dan makin penasaran. Oh ya, buat beberapa orang saya mau ngasih ALERT dulu:

1. Novel ini ada sexual content-nya. Saya sarankan 17+ aja ya yang baca. Bukan karena sexual content-nya ini loh saya suka ama novel ini (tapi jujur KyuMi moment-nya dapet banget!). Tapi dari segi ceritanya. Menurut saya yang beginian hanya bumbu-bumbu buat bikin pembaca tertarik saja. Dan oh ya, ini soal man-on-man relationship alias Maho. Jadi buat yang g setuju mending g usah baca, daripada merusak prinsip anda.

2. Language may offend. Kadang ada kata-kata kasarnya di dialog. Tapi menurut saya sih wajar-wajar saja. Di film-film malah lebih parah. Di novel ini paling cuma ada kata what the h*** atau what the f*** saja.

3. Character death. Buat yang g suka cerita sad ending atau nggak mau tahu kalau idola Suju kamu mati dan kamu jadi frustasi, mending g usah baca aja. kalo saya sih masih bisa tahan meski Donghae mati disini. Toh ini Cuma cerita.hehe

So, enjoy everyone! Review saya mungkin terlalu ‘bocor’ sampai nyeritain endingnya (yang harusnya g boleh). Tapi jujur deh, kudu baca!!! Asik banget buat santai dan well, memperkaya kosakata bahasa inggris tentunya.

PS: special thanks to Cheonsa who has made such a beautiful story!

Senin, 22 Agustus 2011

CERITA INDOMIE VERSI SAYA

Suatu hari di Bulan puasa, saya ngidaaaam banget makan indomie goreng. Awal-awalnya ngidam gara-gara saya mem-baui indomie goreng yang dimasak sama temen kos saya yang lagi nggak puasa. Bau yang masuk ke hidung saya tentu nggak bisa dilupain begitu aja dooong. Apalagi waktu itu lagi puasa, maka saya berniat, ntar habis buka kudu makan indomie. No matter What!

Nah, tapi sorenya ternyata saya ada acara buka bareng temen-temen BEM saya di desa binaan. Buka bareng anak TPA gitu deh.. Saya ikut aja, itung-itung bantuin ngabisin makanan (lho?). Ngomong-ngomong, desa tempat kita buka bareng tu jauh banget, ya sekitar 45 menit naik motor. Kalau nggak salah nama desanya adalah desa Banjarejo, full of magic (baca:kebakkramat), Karanganyar. Motoran kesana bikin spot jantung. Jalannya rame banget. Banyak bus, truk, trailer, sampai odong-odong, menuh-menuhin jalan kan? Selain itu jalannya belok belok, saya yang emang dasarnya disorientasi arah, untung aja dapet tebengan motornya adik tingkat. Jadi kan saya tinggal ngikut.

Sampai disana, acara buka barengnya sih lancar-lancar aja (Alhamdulillah yah…). Saya dapet takjil, minum es, dan nasi kotak all free! (suka deh saya ama buka gratis ginià dasar anak kos). Tapi meskipun saya udah buka, dan ngerasa kenyang, entah kenapa saya masih tetep ngidam ama indomie goreng.

Jam 8 saya baru sampai kosan. Badan ngilu kena angin malam (salah sendiri nggak bawa jaket), pipi dan muka udah gejala bell’s palsy (saya harus senam wajah habis itu), dan ketika saya masuk kamar saya sadah, oh, Indomie goreng saya udah abis. Saya masih punya mi goreng, tapi ada ‘rasa’nya.. misalnya indomie goreng rasa sate, indomie goreng pedas, indomie goreng cekalang. Saya maunya indomie goreng original!! (sambil mukul bantal)

Berhubung saya malas beli indomie di warung dan malas masaknya juga, saya milih beli Indomie ke burjo aja. Lalu pergilah saya ke burjo

Setting : Sebuah burjo belakang kampus

Time : 20.30 WWB (Waktu Warung Burjo)

Cast : saya, masnya (yang jual), seorang bule

Jadi ceritanya saya sampe burjo, terus pesen Mi goreng ke masnya, “mas, pesen mi goreng pake telor, terus mi-nya tolong dimasak ya.”

“Iya pasti dimasak lah mbak mi-nya. Masak mentahan” Kata masnya polos

“Maksudnya dimasak mateng” saya ngotot (maksud saya waktu itu sebenernya mau bilang, kalo saya suka mi yang masaknya kematangan alias yang agak ‘mblenyek’ gitu)

“Pasti mateng lah mbak, masak mau setengah matang.”

Hening.

Saya duduk di kursi. Tapi tetep mikir kalo masnya sebenernya belum nangkep maksud perkataan saya.

Saya berdiri lagi, ngeliat masnya lagi nyemplungin Mi

“Maksud saya mi-nya dimasak ampe mateeeeng banget mas, sampe .. um.. sampe.. mi nya lumer banget” jelas saya panjang lebar, saya mau pake kata ‘mblenyek’, nanti masnya nggak tahu maksudnya.

“Oh, maksud mbak sampe blenyek gitu yah?” kata masnya santai.

Saya: (angguk-angguk.) “maksud saya itu mas.hhheee…” *nyengir kuda

Ternyata kata ‘blenyek’ sudah universal sodara-sodara. Cuman masih belum di EYD-kan, harusnya pake ‘M’ atau tanpa ‘M’ ya didepannya?

Nah, pas masnya lagi masak, datanglah seorang bule cowok, pake polo shirt merah ama celana pendek yang ketat. I mean.. beneran ketat. Saking ketatnya sampe-ampe.. yah, you name it-lah..

Si Bule ini ngambil piring, terus ngambil gorengan,

“Ini isinya apa?” Tanya bulenya ke masnya sambil tunjuk gorengan.

“Itu pisang”

“Ini isinya?”

“Nanas”

“Ini?”

“Pisang”

“Kalo ini?”

“Nanas.”

“Ini?”


“Pokoknya yang disebelah sini pisang, yang disebelah sini nanas!” kata masnya mulai emosi

Saya :Mmfftt *nahan ketawa

Terus bulenya ngambil—entah berapa gorengan (yang jelas banyak), terus dia beralih ke telur asin,

“Ini matang?” bule nya nanya lagi

“Iya” kata masnya

“Harganya?”

“satunya dua ribu” kata masnya lempengdotcom.

Terus bulenya duduk. (untung nggak nanya ampe 3 kali kayak tadi)

Bulenya mulai makan. Saya ngamatin cara makan bulenya. Dia ngupas telur asin. Tau kan kalo telur asin dikupas tu pasti sebagian putih telurnya ada yang ikut kekelupas. Nah, pas si bule ngupas telur asinnya, dia terus ngerikitin putih telur yang nempel di cangkang telurnya (ini bule tumben kere). Dan dia dengan nikmatnya gitu membabat habis putih telur yang nempel di cangkangnya tiap kali dia ngupas telur.

Setelah beberapa lahapan, si bule mulai ngajak ngobrol masnya. Ini tidak saya alih bahasakan, bulenya emang udah lancar pake bahasa Indonesia.

Bule : “Mas, situ umur berapa?”

Masnya : “25”

Bule : “Sudah menikah?”

Masnya :“udah”

Bule : “Berapa lama?”

Masnya: “2 tahun”

Bule : “Berarti waktu umur 23?”

Masnya : “yes”—eh, masnya mulai pake bahasa inggris nih.

Bule :”Istri kerja dimana?”

Masnya : “She’s a teacher”

Bule : “Oh, guru… guru dimana?”

Masnya : “in… a,,, autism school”

Bule : “Dimana?” --> kayaknya bulenya nggak denger.

Masnya: “Autism.. she teach the autism” kata masnya pake bahsa ingggris yang agak belibet.

Bule : Oh… (nganggguk)à tapi saya yakin ni bule sebenernya masih belum ‘ngeh’ gara-gara nggak dengar. Masnya aja ngemengnya pelan banget.

Saya :MMmffft (lagi-lagi saya nahan ketawa)

Yang saya ketawain disini adalah, wong bulenya aja pake bahasa Indonesia, kenapa masnya gaya banget pake bahasa Inggris?!?

Bedewe, setelah hening beberapa saat, percakapan bule-masnya berlanjut:

Bule : “Kamu kuliah?”

Masnya: “Iya”

Bule :”Ngambil apa?”

Masnya:”Komunikasi.”

Bule : “Wah, samaa… saya juga komunikasi. Situ tahun keberapa?’

Masnya: “Tahun keenam”

Saya : hegh?!? *mau keselek

Bule : “Oh, saya tahun pertama, 2010.”

Saya : (membatin ke bulenya),”Suer lo 2010? Ko wajahnya udah kayak 2005?”

Bule ; “ 6 tahun kok belum lulus? Berarti situ 2004 kan”

Masnya : “Belum dilulusin dosennya. Hehe” masnya jawabnya santai aja, terus dia nanya lagi,

Masnya : “Kamu bisa bahasa Indonesia sudah lama disini?” tanaya masnya balik ke bule

Bule : “Ya.. lumayan lah”

Masnya : “Where are you from?”—lagi-lagi pamer bahasa inggris

Bule : “Tarantan”

Masnya : “Apa? Pakistan?”

Bule : “Tarantan”

Hening.

Masnya : “Emang ada Negara kayak gitu?”

Bule :”Ada.. so far away” kata bulenya cuek sambil makan gorengan.

Saya :kkekekeke.. (nunduk-nunduk nahan ketawa sambil ngebayar mi goreng)

Terus saya keluar Burjo sambil ketawa ngakak. What the hell was that?!

Saya nggak tahu siapa sebenarnya yang aneh di percakapan diatas. Tapi yang penting saya udah dapet mi goreng yang saya dambakan.. .

Goodbye bule lokal dan masnya yang kebule-bulean…

Itu ceritaku, apa ceritamu? :)