Selasa, 04 September 2012

Happy Inside, smile outside


Buat yang udah follow saya di twtter dan nge-baca bio saya di twitter, pasti ada kata-kata ini:
happy inside, smile  outside

kata-kata yang simpel. Tumben loh itu saya kepikiran sendiri, gara-gara pingin melesetin iklan UC-1000 yang "healthy inside fresh outside". Nggak tahu kenapa saya suka dengan quotes itu. Em, karena kalo dipikir-pikir, ya... begitulah saya. happy inside smile  outside. Seneng didalem, senyum diluar.

Disini saya mau nyoba berkontemplasi soal kebahagiaan dan senyum*duileh*

Happy atau kebahagiaatn itu siapa yang tahu sih? siapa yang bisa ngerasain? itu semua kita sendiri yang bisa tahu dan ngerasain. Sering banget kalo ada temen yang dapet apaa,  menang apaa gitu terus kita bilang, "gila  man, gue turut happy banget ama lo".  Kebahagiaan yang mereka rasain dan ucapkan, nggak akan sama dengan yang kita rasain sendiri.jadi,siapa yang tahu kalo  kita bahagia? cuma kita kan?
Disisi lain,
"Ah, gue tahu lo lagi seneng, tuh di status twitter,  kelihatan happy" atau "aahh..  kamu pasti seneng banget ya habis update status fb keliatan bla bla..", dan lain-lain. 
Hey, kebahagiaan itu buat dirasain, bukan digembar-gemborin. Iya sih saking bahagianya kita bakal so excited, feels like—semua orang harus tahu kalo aku udah bla  bla bla—gitu. Tapi jangan lupa, nggak  semua orang bakal happy dengan berita kita.
Di luar sana banyak banget tipe manusia.
Ada yang mungkin bakal ngerasa kecewa setelah mendengar berita gembira dari kamu. Bukan kecewa sama kamunya, tapi sama diri dia sendiri. Ada yang bakal iri, nggak suka,  sirik, apalah itu istilahnya,  sehingga apapun berita baik dari kita, dimana sebenernya kita cuma ngasih tau dan niatnya baik, akan diperesepsikan buruk oleh mereka. Ada juga yang bakal sewot,nggak peduli, semacam –terus gue harus bilang WOW?”—atau  yang lainnya. Bagilah kebahagiaan dengan orang-orang seperlunya.  yang kamu tahu siapa merkea, toh  kebahagiaan itu untuk dirasakan,  bukan digembar-gemborkan. Nggak usah repot berita sana berita sini. Biar mereka tahu sendiri.Biar senyum saja yang jadi penanda diri.Atas kebahagiaan ini.
(laam-lama kok ini jadi kayak puisi?)

Intinya apa ya? Biarkan kebahagiaan itu terpancar dengan sendirinya. Jika orang itu benar-benar bahagia,syukur dan ikhlas dengan kebahagiaannya, maka ia nggak perlu repot-repot bikin orang lain tahu apa yang ia rasakan. Soalnya kadang kebahagiaan akan sesuatu dapat memunculkan setitik kesombongan. Jadi,biarkan kebahagiaan itu ada di dalam.(Aduh,saya ngomong berat bangets :D)

Next, soal senyum.
Apa sih senyum iu? Menarik bibir ke samping kiri-kanan 3senti?menampakkan wajah berseri-seri? Atau hanya suatu ‘tanda’ kalau kita bahagia?
Emm,nggak salah juga sih pengertiannya. Tapi menurut saya,senyum itu kebutuhan. Kok bisa?
Kita butuh senyum.
Untuk apa?
Untuk  menghibur diri.
Atas?
Apapun. Apapun yang kita tengah hadapi. Masalah,keluarga,  uang, temen,skripsi, sekolah,kuliah..
Jadi senyum itu Cuma penyamaran? Katanya senyum pancaran kebahagiaan?
Iya.senyum  juga pancaran kebahagiaan.
Jadi maskudnya kita boleh gitu pasang senyum buat menyembunyiin masalah?
Boleh
Ih,boong dong?
Nggak.
Boong lah. Itu kan membohongi diri sendiri.memanipulasi diri dengan senyuman palsu?
Ini nggak membohongi diri. Senyumku adalah untuk membuktikan bahwa bagaimanapun masalahku,kehidupan,apapun yang terjadi padaku, akan kuhadapi dengan senyum. Aku tidak bohong, karena memang kuhadapi dengan senyum.
Cih, emang cukup cuman senyum doang masalah selesai?
Hei, mana ada yang tahu aku ada masalah kalau aku selalu tersenyum  dan tidak mengeluh?sama halnya dengan marah.emang masalah selesai kalo kita marah?urgensi senyum kita bukan untuk nyelesein masalah,meskipun senyum pun bisa membantu menyelesaikan masalah
Ah,pusing aku berdebat denganmu! Senyum-senyumlah sepuasmu!!

____________________________________________________________

Ah, saya dramatis sekali.
Maklum ya. Dulu kan saya pernah sekali posting soal talkin with myself, dimana kadang kita bisa ngomong dengan diri kita sendiri untuk menghadapi masalah. Kenapa? karena sebenernya kita sendiri udah tahu jawaban atas masalah yang lagi kita hadapai. The answer is in you!—gitu kata lagu jadul dulu.
Well,menurut aku senyum adalah senjata ampuh. Hanya sebuah ekspresi, tapi sejuta makna. Senyum  bisa membuat lebih akrab, saling kenal, simbol keramahan, Senyum juga bisa bikin kita kuat, nggak sendiri, ngga diremehin, dan terdorong untuk merasakan bahagia. Senyum bisa jadi amunisis untuk terus mempertahankan rasa bahagia.

Senyum,dapat menggeser rasa minder,nggak pede. Kalo kalian lg ngerasa minder atau nggak pede itu akan memancarkan aura negative, aura pesimis, aura yang bikin orang lain aware sama kita.  Karena mereka akan merasa—ni orang ada yang aneh?. Jadi, senyum saja lah. Berperilaku seperti biasa. Nanti kita akan terbawa nyaman, dan akhirnya dapat tertular kebahagiaan dari otang lain atau malah kita mampu menuarkan kebahagiaan ke orang lain.

Aaaahh…complicated. Senyum dan bahagia itu complicated
Bahagia dapat melahirkan senyuman,tapi snyuman  dapat terlahir dari keadaan tidak bahagia untuk menuju kebahagiaan 
Bahagialah jika kau dapat tersenyum, karena senyuman itu bisa jadi sebab dan/atau akibat dari kebahagiaan 
Tersenyumlah jika kau bahagia. Bahagialah jika kau tersenyum.
Tersenyumlah sebelum senyum itu dilarang *edisi warkop* 
Senyumlah untuk semua orang, tapi hatimu jangan… *nah kalo ini lagu dangdut*
Ah udah ah,tambah malem tambah ngaco. Sekian kontemplasi malam ini.intinya tetep:

Happy inside,smile outside

1 komentar:

leave your trace here. tinggalkan komentar disini ^^
Jika ingin menggunakan emoticon diatas, jangan lupa hurufnya diapit oleh titik dua (:) yah
pilih profil sesuai ID kamu atau pilih name/url, url boleh kosong kok :)